Selasa, 14 Januari 2014

Candi Cetho






Candi Cetho yang terletak di atas bukit Dusun Cetho, Desa Gumeng, di ketinggian 1496 meter dpl. Situs bersejarah di akhir masa kejayaan Majapahit ini seperti halnya sekarung hadiah yang dijanjikan bagi mereka yang sanggup menggapai puncak bukit Desa Gumeng.


Bagaimana tidak, lokasi candi ini seperti berada di atas bukit dengan jalan yang sangat menanjak layaknya rintangan yang harus dilalui wisatawan sebelum mendapatkan yang mereka inginkan. Jalanan semakin menanjak begitu wisatawan semakin mendekati lokasi wisata dan tak jarang juga banyak kendaraan pengunjung baik motor atau mobil macet karena tidak kuat mendaki tanjakan curam tepat di bibir pintu masuk candi.

Usaha mendaki tanjakan menuju candi seketika akan terbayar begitu wisatawan menginjakan kaki di situs bersejarah itu. Hamparan peninggalan leluhur yang indah dan tertata rapi layaknya taman di area ekskavasi sepanjang 190 meter dan lebar 30 meter menjadi hadiah bagi mereka yang berhasil menggapainya.

Peninggalan yang paling menonjol di situs candi ini adalah temuan prasasti dan juga tatanan batu mendatar pada teras ke VII dan III. Tafsir dari prasasti memberikan informasi tentang tahun pendirian dan fungsi candi yaitu didirikan pada tahun 1397 Saka atau 1475 M sebagai tempat peruwatan atau tepat pembebas dari kutukan.

 Hal itu semakin jelas dari tafsir tatanan batu mendatar yang membentuk Garuda yang membentangkan sayap. Pada bagian atas tatanan batu itu diketemukan simbol phallus yang menyentuh simbol vagina yang ditafsirkan sebagai labang penciptaan atau kelahiran setelah kebebasan dari kutukan.


0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys