Sabtu, 11 Januari 2014

Museum Geologi

Tentang Museum Geologi

Museum Geologi Satu lagi wisata sejarah yang dapat ditemukan di daerah Bandung, Jawa Barat, yakni Museum Geologi. Museum yang didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 ini memang menjadi salah satu tujuan wisata di Bandung. Museum ini terletak di Jalan Diponegoro No. 57, Cihaur Geulis Neglasari, Bandung, Jawa Barat. Letaknya yang sangat strategis karena berada di pusat kota dan akses yang mudah untuk dapat mencapai lokasi menjadikan museum ini tidak pernah sepi pengunjung. Biaya sekali masuk yakni sebesar Rp 2.000 per orang untuk pelajar atau mahasiswa, Rp 3.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 10.000 per orang untuk wisatawan mancanegara. Museum Geologi ini buka setiap hari Senin-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-14.00 WIB. Sedangkan pada hari Jum’at dan hari libur nasional, museum ini tutup.
Museum ini terbagi atas dua lantai dimana setiap lantai memiliki ruang tersendiri. Lantai pertama, terbagi dari tiga ruang berbeda yakni sebelah tengah, timur dan barat. Ruang tengah atau Ruang Orientasi berisi peta geografis Indonesia dalam bentuk relief yang tepat berada sejajar dengan pintu masuk museum. Ruang barat atau sayap barat dikenal dengan istilah Ruang Geologi karena pada ruangan ini akan ditampilkan berbagai macam koleksi mengenai bumi, tata surya, fosil-fosil sejarah manusia menurut evolusi Darwin, keadaan geologi tanah Jawa, Maluku, Sulawesi, Sumatera, Nusa Tenggara dan Irian Jaya.
Sedangkan di ruang timur atau sayap timur merupakan ruangan yang menggambarkan mengenai sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Di ruangan ini banyak dipamerkan fosil-fosil makhluk purbakala, misalnya fosil gajah, badak, kerbau, hominid, dll. Selain fosil hewan dan tumbuhan tersebut, di ruangan ini juga diperagakan atau dipamerkan fosil tengkorak manusia purba yang pernah ditemukan di Indonesia, yakni fosil Homo Erectus P. VII.
Sedangkan pada lantai dua hampir serupa dengan lantai pertama. Lantai kedua ini juga terbagi atas tiga ruang berbeda, yakni ruang barat, tengah dan timur. Pada ruang barat digunakan sebagai kantor yang dipakai oleh staff atau karyawan museum. Sedangkan pada ruang tengah dan timur digunakan sebagai ruang geologi kehidupan manusia. Pada ruang tengah, pengunjung akan dapat menyaksikan maket pertambangan emas terbesar di dunia yang letaknya di pegunungan Tegan, Irian Jaya. Pada ruang timur akan dijumpai beberapa ruang kecil yang menggambarkan mengenai hal-hal positif dan negatif mengenai tatanan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya yang ada di Indonesia.

Akses ke Museum Geologi transport

Untuk dapat mencapai lokasi museum ini dari stasiun kota Bandung sangatlah mudah. Ada dua cara, yakni menggunakan kendaraan pribadi maupu kendaraan umum. Bagi yang ingin menggunakan kendaraan umum ada dua alternatif jalan yang dapat ditempuh:
Pertama, dari pintu sebelah selatan (sisi terminal Stasiun Hall): wisatawan dapat menggunakan angkot berwarna hijau-kuning-hijau dengan nomor 10 dengan rute Stasiun Hall-Sadang Serang. Nantinya turunlah di pertigaan Masjid Pusdai. Dari sini pengunjung harus berganti angkot dengan warna hijau-hitam bernomor 05 dengan rute Cicaheum-Ledeng yang menuju ke arah Ledeng. Nah, mintalah turun di Museum Geologi.

0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys